Risno. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

6. MEMILIH MOTHERBOARD

6.1    Sekilas Tentang Motherboard

Sebelum membahas tentang bagaimana cara memilih Motherboard, ada baiknya kita mengetahui apa itu motherboard. Motherboard  adalah pusat dari papan sirkuit yang terdiri dari sistem elektronik yang kompleks. Motherboard juga dikenal dengan nama mainboard, baseboard, system board atau pada komputer apple disebut logic board.

Gambar Motherboard

Sebuah Motherboard desktop terdiri dari PCB yang besar. PCB mengandung komponen elektronik seperti konektor fisikal(soket, slot dan header) dimana komponen komputer lainnya dapat dipasang.

Sebuah Motherboard biasanya terdapat:
·      soket yang berguna untuk memasang microprosesor (CPU).
·      slot yang berguna untuk memasang memory (RAM,SDRAM dll).
·      Sebuah chipset, memory inti dan macam-macam bus.
·      Chip non-volatile memory (pada Motherboard sekarang biasanya flash ROM) yang berisi sistem BIOS.
·      Sebuah clock generator yang membuat sinya clock untuk mensinkronisasi bermacam-macam komponen.
·      Slot untuk card tambahan
·      Sambungan power dan sirkuit, yang berguna untuk menangkap listrik dari power supply komputer dan mendistribusikannya ke CPU, chipset, main memory dan card tambahan.


6.2     Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Motherboard

Sebelum memilih Motherboard, kita harus mempertimbangkan segala hal yang berhubungan dengan Motherboard, diantaranya: Casing yang kita gunakan, prosesor dan chipset-nya dan jenis memori yang akan digunakan.


6.4.1       Memilih Jenis Casing Yang Akan Digunakan

Casing adalah wadah atau tempat melindungi Motherboard, control board, power supply disk drive dan komponen-kompenen lainnya. Jenis Casing komputer adalah berdasarkan bentuknya, yaitu:

1.    Casing desktop

Casing desktop adalah Casing yang berbentuk seperti kotak yang memiliki ukuran lebar kira-kira 30-40 cm dan panjangnya kira-kira 50-60 cm. Umumnya Casing desktop dijadikan tumpuan monitor. Casing desktop kosong yang dipasarkan saat ini umumnya sudah dilengkapi dengan power supply unit (PSU), speaker, lampu untuk harddisk, lampu power, lampu turbo, dan kabel-kabel lampu.


2.    Casing tower

saat ini komputer 80486 ke atas menggunakan Casing tower, selain memakan sedikit tempat sebagai pijakan, ruangan di dalam Casing komputer lebih luas, sehingga suhu dalam Casing komputer tidak cepat panas dan juga lebih mudah dalam menambah komponen lainnya. Casing komputer jenis tower terdiri dari:

a.  Mini tower

Casing Mini tower, Middle tower, dan tower pada dasarnya hampir sama. Yang membedakan dari jenis jenis tersebut adalah ukuran, baik tinggi, lebar atau panjangnya.


b.  Middle tower

Casing tower dipasaran juga sudah dilengkapi dengan power supply unit (PSU), lampu power, lampu turbo, dan kabel-kabel lampu.

Berikut adalah perincian dari macam-macam Casing dan gambarnya:


 

6.4.2      Memilih Prosesor Yang Digunakan

Meski di pasaran ada banyak merk prosesor yang banyak beredar, namun kami mencoba menyempitkan pilihannya dengan membaginya menjadi dua bagian. Hal ini berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan. Bagian yang pertama adalah prosesor Intel Pentium 4 family dan yang kedua AMD Athlon64Family.

Kedua merk prosesor tersebut merupakan merk yang paling banyak dicari dan digunakan oleh kebanyakan orang dan keduanya memiliki beberapa fitur yang cukup berbeda. Di antaranya adalah Intel menggunakan long instruction pipelines yang didesain menghasilkan skala kecepatan clock supertinggi. Sedangkan pada AMD sendiri tidak menggunakan fitur tersebut, melainkan lebih menggunakan fitur shorter Instruction pipelines yang menghasilkan efisiensi yang baik namun sayangnya tidak bisa menghasilkan skala kecepatan yang tinggi. Untuk kalangan umum pastinya kedua hal tersebut akan membingungkan, karenanya kami akan mencoba menjelaskan bagaimana kelebihan dan kerurangan dari masing-masing merk prosesor.

Intel Pentium 4 Family
Biasa disebut Pentium 4. Meski dalam satu keluarga namun memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Demikian juga dengan socket yang digunakan. Versi terbanyak yang digunakan Pentium 4 adalah menggunakan socket 478. Pada versi terbarunya telah menggunakan socket LGA 775 untuk mendukung beberapa motherboard keluaran terbaru.

Prescott
Merupakan generasi pertama Pentium 4 yang memiliki 1 MB L2 cache dan memiliki kecepatan 3,8 GHz. Namun, pada prosesor ini memiliki kendala yang cukup signifikan, yaitu memiliki panas yang cukup tinggi. Dan prosesor ini belum mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Segi baiknya, prosesor ini memang memiliki kinerja yang baik untuk menunjang kebutuhan multiaplikasi dan gaming.


Pentium 4 Extreme Edition
Merupakan jajaran prosesor premium dari Intel, untuk CPU desktop PC. Yang terbaru juga telah menggunakan socket LGA 775 dan berjalan di atas 3,46 GHz dengan fitur 512 K L2 cache ditambah dengan 2 MB L3 cache dan FSB sebesar 1066 MHz. Ia juga tersedia dalam versi 64-bit CPU.

Pentium D
Keluarga CPU Intel yang memiliki arsitektur dual-core. Beberapa seri yang sudah tersedia, di antaranya Pentium D 840, 830, dan 820 yang memiliki clock dari 2,80 sampai 3,20 GHz dengan FSB 800 MHz. Dengan L2 cache yang dimilikinya 2x1 Mb. Dengan dual-core, diharapkan mampu melakukan pemrosesan data dengan waktu yang lebih singkat. Selain itu, prosesor ini telah dilengkapi dengan EMT64T (Extended Memory 64 Technology) yang mendukung operating system dan aplikasi 64-bit. Jika Anda tertarik untuk membeli prosesor keluaran Intel, agaknya jajaran prosesor Pentium D adalah pilihan ideal. Dual-core dan dukungan 64-bit menjadi alasan utama. Karena ke depannya semua aplikasi dan operating system akan menggunakan 64-bit. Di samping harga jual prosesor ini terbilang cukup relevan, yaitu sekitar US$279.


AMD Athlon 64 Family
AMD memiliki tiga jenis prosesor dengan performa yang berbeda. Yaitu, Athlon 64 dan FX Series, juga Sempron. Meski dari ketiganya memiliki basic teknologi yang sama, namun beberapa fitur dan harga yang ditawarkan memiliki perbedaan yang cukup berarti.

Pada dasarnya, prosesor AMD Athlon 64 mampu menghasilkan kecepatan yang tinggi terhadap aplikasi yang menggunakan banyak floating point dan kebutuhan bandwidth yang besar. Mengapa demikian?

AMD Athlon 64
Pada prosesor ini memiliki dua versi. Versi yang pertama yang masih menggunakan memory single-channel. Yaitu Athlon 64 yang menggunakan socket 75. Sedangkan yang kedua menggunakan socket 939 dan sudah memiliki teknologi memory dual-channel. Untuk harga, sudah barang tentu Athlon 64 754 memiliki harga yang lebih murah dibanding 939. Keduanya memiliki L2 cache sebesar 1 MB, sedangkan untuk kecepatan yang ditawarkan beragam, mulai dari 2,4 GHz sampai dengan 3,0 GHz.


Athlon 64 FX
Prosesor ini merupakan prosesor yang paling tepat untuk menunjang para gamer, karena selain dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB dengan kecepatan terendah yang ditawarkan sebesar 2,6 GHz. Pada prosesor keluaran AMD baik Athlon 64 ataupun Athlon 64 FX sudah mendukung aplikasi dan operating system 64-bit. Dan kini AMD telah mengeluarkan prosesor dualcore, yaitu AMD Athlon 64 X2, masih menggunakan socket 939.


6.4.3      Memilih Chipset

Seperti yang telah disebutkan di awal, salah satu bagian untuk memilih Motherboard selain menentukan prosesor yang digunakan, core logic chipset juga bagian yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan. Mengapa demikian?

Jika diumpamakan sebuah Motherboard adalah kota, maka core logic chipset merupakan pemerintah local yang melakukan pengaturan alur informasi. Chipset memiliki tugas yang amat vital. Ia akan memerintahkan apa yang harus dilakukan oleh port USB, juga menentukan seberapa cepat sistem mengakses memori. Dengan demikian fungsi dari core logic chipset sangatlah penting untuk menunjang kinerja komputer.

Sekarang ini, beberapa Motherboard menggunakan dua skenario yang cukup berbeda. Skenario pertama adalah Motherboard yang didesain untuk prosesor Intel Pentium 4. Masih mengadopsi cara lama, yaitu menggunakan memory controller yang tertanam di dalam chipset nortbridge.

Pada skenario ini, chipset pada Motherboard bertugas sekaligus sebagai memory controller yang merupakan mesin pengontrol untuk mengatur semua kebutuhan yang ada. Memory controller terletak di dalam chipset northbridge yang berada dengan jarak yang relatif tidak terlalu jauh dari prosesor. Tujuannya untuk menghasilkan bus bandwidth memory yang besar.

Skenario yang kedua adalah Motherboard untuk AMD Athlon 64, Athlon 64 FX dan Athlon 64 X2 yang memiliki perbedaan jauh dengan Intel. Pada Motherboard AMD Athlon 64, memory controller tidak lagi terdapat pada nortbridge chipset, melainkan dipindahkan ke dalam prosesor. Pada kondisi ini, bus memory controller bisa sama cepat dengan kecepatan core prosesor. Dengan demikian, menjadikan sebuah pasangan gigahertz yang cepat sehingga mampu menghasilkan kinerja yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan skenario yang pertama.

Namun,ini bukan merupakan kemenangan secara mutlak, karena besarnya performa yang dimiliki oleh AMD memiliki kekurangan dalam fleksibilitas. Intel memang memiliki fleksibilitas yang cukup baik. Contohnya jika Anda sekarang membeli prosesor Intel Pentium 4, Anda bisa menggunakan prosesor tersebut pada Motherboard yang menggunakan DDR400. Demikian juga untuk Motherboard DDR2/800 bahkan untuk Motherboard DDR3, yang akan segera diluncurkan.

Hal tersebut tidak terjadi jika Anda menggunakan prosesor AMD Athlon 64 ataupun 64 FX karena controller-nya terikat pada satu teknologi memory saja. Sehingga Anda harus menyesuaikan memori yang Anda gunakan sesuai dengan controller yang terdapat secara terintegrasi di dalam prosesor.

Itulah salah satu alasan kenapa sampai sekarang ini AMD masih mengadopsi teknologi memori DDR 400. Karena selain ingin tetap memberikan fleksibilitas terhadap konsumennya, AMD juga beranggapan kemampuan bandwith memory yang dihasilkan DDR 400 masih mampu menangani semua kebutuhan proses computing saat ini.

Meskipun semua chipset mengacu pada memory controller, namun core logic chipset sendiri memiliki beberapa fungsi yang sangat penting. Yaitu performa USB, harddisk, dan seberapa cepat PCI dan VGA slot (AGP atau PCIe x16) dapat mentransfer data.

                   Perkembangan Chipset Terakhir
Intel
Untuk Intel sekarang ini telah meluncurkan Motherboard dengan chipset 955X dan 945P yang mendukung DDR2/667, dan secara tegas meninggalkan DDR400. Namun pada chipset ini, hal yang paling diunggulkan adalah kemampuan chipset mendukung fitur dual-core prosesor.

nVIDIA
Setelah sebelumnya sempat berseberangan dengan Intel, kini chipset nVIDIA bisa bersanding dengan prosesor Intel. Dengan mencoba mengeluarkan chipset terbarunya yaitu nVIDIA nForce4 Intel Edition. Chipset serupa sebelumnya hadir untuk basis Athlon 64. Pada chipset tersebut telah mendukung teknologi SLI dan dilengkapi dengan SATA 3 GB juga Firewall. Namun sayangnya, belum ada kepastian dari nVIDIA, mengenai dukungan chipset tersebut untuk dual-core prosesor.

VIA
Meski produsen yang satu ini terbilang lambat mengembangkan teknologi dibandingkan kedua produsen yang telah kami sebutkan di atas, namun VIA telah mengeluarkan VIA PT984 Pro. Keunikan chipset ini adalah dapat menjalankan video card PCI Express x16 juga AGP 8x. Keduanya dapat berjalan secara simultan dan mendukung dual monitor. Namun, hal tersebut berbeda dengan SLI. Karena pada konfigurasi SLI, mampu membagi bandwidth data dari dua buah vIDEo card. Selain itu, VIA memberikan dua pilihan memory yaitu DDR400 dan DDR2 667 sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.

Setelah sebelumnya kami berikan beberapa tip untuk memilih prosesor, maka kami akan memberikan juga kepada Anda bagaimana memilih chipset yang tepat.
 - Hal pertama yang Anda harus perhatikan adalah jenis chipset yang digunakan. Jangan terkecoh dengan nama-nama produk yang unik. Beberapa produsen sengaja menggunakan nama yang unik untuk menarik pembeli. Namun tidak jarang hasil dan kinerja yang dimilikinya kurang sesuai dengan namanya.

-   Perhatikan kecepatan interkoneksi antara chipset northbridge dengan southbridge. Kecepatannya Minimal menggunakan 133 MB/s. Beberapa produk terbaru sudah bisa mencapai 2 GB/s. Mana yang harus dibutuhkan, itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit. Untuk kebutuhan? normal? 800 MB/s hingga 1 GB/s terbilang cukup memadai. Anda juga butuh pertimbangan untuk konfigurasi chipset jika ada 4 PCI Express X1 dalam sebuah southbridge, Anda akan membutuhkan 1-2 GB/s koneksi untuk mendukung bandwidth yang sesuai, namun jika hanya ada X1 jalur yang terhubung langsung ke northbridge, maka interkoneksi tersebut belum Anda butuhkan.
-  Perhatikan chipset southbrigde, produsen Motherboard dapat dengan mudah menukar chipset tersebut dengan chipset yang lain. Dan jika hal tersebut terjadi, maka beberapa fitur yang dimiliki akan lebih sedikit dan terbatas. Karenanya Anda harus memperhatikan dengan benar.

- Sama halnya dengan memilih Motherboard, untuk memilih chipset yang tepat Anda juga membutuhkan second opinion untuk memberikan referensi yang tepat. Karenanya Anda bisa mendapatkan dari beberapa review pada media tentang chipset tersebut agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.


6.4.4      Memilih Memori Yang Sesuai

Jika anda menggunakan Motherboard  jenis baru, biasanya slot memory yang digunakan adalah tipe DDR2. Dan jika anda menginginkan komputer anda bekerja secara cepat, maka memory yang digunakan haruslah besar. Minimal memory yang digunakan pada komputer desktop sekarang yaitu 1GB. Dikarenakan harga untuk memory sekarang sudah turun, dan banyak sekali variannya. Baik dari segi merk, maupun kapasitas memory yang disediakan. Besar sebuah memory antara lain:
1.     2 GB(giga byte).
2.     1 GB.
3.     512 MB.
4.     256 MB.
5.     128 MB.

Semakin kecil ukuran sebuah memori, maka semakin murah harganya. Dan semakin besar ukuran memori, maka semakin mahal juga harganya.

6.3     Memilih Motherboard

Pemilihan jenis Motherboard adalah proses yang berkaitan dengan proses lainya, yaitu pemilihan prosesor. Karena prosesor memiliki  slot atau soket sendiri yang tidak kompatibel dengan slot atau soket prosesor lainya.

Pemilihan VGA card juga mempengaruhi pemilihan Motherboard, misalnya bagi mereka yang ingin menggunakan VGA card PCI-Express tentu harus membeli Motherboard yang memiliki dukungan terhadap PCI-Express.

Pemilihan Motherboard juga perlu pertimbangan jenos RAM yang akan digunakan karena sebuah Motherboard pada umumnya hanya mengakomodasi tipe RAM tertentu saja. Sebuah Motherboard misalnya mengakomodasi SDRAM saja atau DDR, atau mungkin juga kedua-duanya. Pada umumnya slot memory DDR berwarna biru, dan SDRAM berwarna hitam atau coklat.

Faktor bentuk dari Casing juga harus dipertimbangkan , apakah ingin ATX tower, micro ATX, atau baby ATX. Tiap-tiap bentuk tersebut menggunakan jenis Motherboard yang ukurannya cocok dengannya.

Bagi mereka yang ingin menggunakan komputer untuk jaringan, bisa juga dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih Motherboard yan sudah memiliki Ethernet card yang embedded agar lebih menghemat biaya. Selain itu ada lagi faktor penghematan dan kepraktisan. Beberapa Motherboard modern memiliki fasilitas on-board yang memaketkan sound card, USB slot, network adapter langsung ke dalam Motherboard. Tipe Motherboard seperti ini adalah yang paling memberikan penghematan bagi anda.


6.4     Memeriksa Kelengkapan Motherboard

Setelah kita membeli sebuah Motherboard, kita harus lah memeriksa kelengkapan isinya. Biasanya Motherboard dilengkapi dengan CD installation, buku panduan, kabel IDE dan sebuah interface.


6.6.1      Paket Dalam Motherboard

Dalam sebuah paket pembelian Motherboard biasanya terdapat beberapa item didalamnya, yaitu:

1.     Motherboard  itu sendiri.



2.     CD Instalasi



CD instalasi ini berguna untuk mengaktifkan Motherboard anda. Jika CD ini tidak di instal maka Motherboard anda tidak bekerja secara optimal. CD ini biasanya berisi driver-driver untuk komponen yang ada pada Motherboard tersebut, seperti driver untuk USB, driver untuk sound card on-board yang ada di Motherboard, driver chipset yang ada pada Motherboard tersebut dan driver lainya yang komponennya ada dalam Motherboard.

3.     Buku Panduan atau Manual
Buku panduan ini berguna dalam pemasangan Motherboard. Buku manual ini berisi hal-hal penting yang yang harus anda perhatikan untuk mengoperasionalkan komponen-komponen yang terpasang dalam Motherboard, selain itu juga untuk menghindarkan diri dari kerusakan.Buku manual mencantumkan cara konfigurasi komponen saat instalasi atau hendak mengubah pengaturan.



4.     Kabel IDE dan Kabel Floppy Disk



Kabel IDE adalah kabel yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah harddisk ataupun optical drive ke Motherboard. Dan kabel floppy disk yang berfungsi untuk menyambungkan sebuah floppy disk ke Motherboard.

5.     Sebuah lempengan interface untuk pemasangan di Casing
Lempengan interface ini dipasang pada bagian belakang Casing, agar bagian belakang Casing tertutup rapat.



6.     Baut
Baut ini digunakan ketika kita memasang Motherboard pada Casing.






6.6.2      Mengidentifikasi Motherboard Berdasarkan Buku Manual

Sebuah buku manual Motherboard biasanya berisi tentang cara-cara pemasangan Motherboard, layout atau tampilan atau gambar Motherboard beserta keterangan tentang Motherboard tersebut.


Gambar Layout Motherboard pada buku manual

Dalam buku manual juga dijelaskan tentang spesifikasi apa saja yang terdapat pada sebuah Motherboard. Seperti:
1.     Spesifikasi CPU,
Menjelaskan CPU apa saja yang bisa digunakan pada Motherboard tersebut, dan menjelaskan kemampuan menampung kecepatan prosesor sampai berapa.

2.     Chipset yang ada di Motherboard,
Disini menjelaskan chipset apa saja yang terdapat pada sebuah mother board tersebut.

3.     Penggunaan memori,
Disini menjelaskan jenis memory apa saja yang bisa digunakan pada sebuah Motherboard, juga daya tampung memory sampai batas berapa.

4.     Slot yang terdapat di Motherboard,
Disini menjelaskan slot yang tersedia pada sebuah Motherboard apa saja, sperti slot untuk VGA, apakah menggunakan AGP(accelerated graphic port) atau menggunakan PCI-e. Biasanya Motherboard jenis baru sudah menggunakan slot VGA yang PCI-e. Selain slot untuk VGA, ada juga slot PCI biasa, untuk memasang card-card lainya.

5.     Onboard IDE,
Menjelaskan berapa banyak perangkat IDE yang dapat disambungkan ke Motherboard tersebut.

6.     Onboard peripherals,
Menjelaskan perangkat-perangkat yang sudah tersedia pada sebuah Motherboard tersebut.

7.      Audio,
Menjelasakan perangkat audio apa yang terdapat pada sebuah Motherboard. Tetapi ada juga beberapa Motherboard yang tidak menyediakan perangkat audio, dan ini membutuhkan card audio khusus yang dipasangkan pada slot PCI.

8.     LAN,
Menjelaskan jenis perangkat LAN yang terdapat pada sebuah Motherboard tersebut.

9.     BIOS,
Menjelasakan tentang BIOS yang digunakan pada Motherboard tersebut.

10.  Dimensi Motherboard
Menjelaskan ukuran Motherboard tersebut, apakah dia menggunakan Casing micro ATX atau yang lainya.

11.  Dan skrup yang di gunakan.
Menjelaskan berapa byanyak skrup yang digunakan dalam memasang Motherboard.

Instruksi-instruksi tentang pemasangan prosesor, CPU fan, RAM dan lainya juga disertakan dalam sebuah buku manual ini. Dan juga tentang pemakaian RAM yang sesuai dengan Motherboard juga biasanya disertakan di dalam buku manual, serta daftar tipe-tipe RAM yang sesuai juga di jelaskan disini. Sesudah anda memeriksa buku manual tersebut, maka periksakan juga pada Motherboard  anda, apakah sudah sesuai dengan buku manual tersebut atau tidak.


6.6.3      Mengecek Label Garansi Pada Motherboard

Pada sebuah Motherboard, pastikan anda memeriksa label garansi yang ada pada Motherboard tersebut, apakah terpasang atau tidak. Jika tidak terpasang, maka jika kita mengalami kerusakan pada Motherboard kita tidak bisa melakukan complain. Maka dari itu, ada baiknya jika kita membeli sebuah Motherboard kita herus memriksa label garansi terlebih dahulu. Biasanya letak label garasni pada sebuah Motherboard, terpasang di bagian belakang Motherboard. Seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Label garansi pada sebuah Motherboard

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar: